Angin gunung berhembus menerpa kulitku sore itu. Terasa begitu dingin dan menusuk tulang. Rasa-rasanya membuat semua bulu romaku berdiri. Matahari sedikit demi sedikit beranjak pergi, membenamkan diri di balik awan-awan tipis di ufuk barat. Semburat cahaya keemasannya melukis langit senja yang mulai gelap. Segera ku turunkan ransel yang telah lama bersandar dipunggungku kemudian mengeluarkan […]

Alam bebas tidak melulu soal hobi ekstrim, bahaya, dan keganasan alam. Alam bebas itu adalah soal nilai-nilai kehidupan, persahabatan, seni, cinta, dan tafakur. Satu hal yang menarik dari alam adalah seni. Seni merupakan wujud dari kreatifitas, rasa, dan intelektualitas. Seni bisa muncul dari titik manapun, pada saat kapan pun, atau pada siapa pun. Begitu juga […]

Nanti Di akhir pekan kita, kita tidak perlu sering-sering main di mall Cukup bermanja saja di beranda rumah dengan segelas cappuccino Atau berbaring bersama di halaman saat malam menjelang Menatap pada bintang yang iri pada senyuman hangat kita Tidak seperti mereka yang jauh tinggi, bekerlip indah, namun tak tersentuh Nanti Di akhir pekan kita, kita […]

Seringkali dalam percakapan sehari-hari kita menemui kesalahan dalam membahasakan atau mengucapkan sesuatu. Terkadang, kesalahan-kesalahan itu mengundang gelak tawa dan kelucuan tersendiri. Umumnya kesalahan-kesalahan tersebut dialami oleh orang-orang daerah yang memiliki bahasa aslinya masing-masing. Sebagai orang Minangkabau asli, saya juga pernah mengalami kesalahan-kesalahan ketika ingin mengucapkan sesuatu dalam bahasa Indonesia atau mendengar orang lain mengucapkannya. Sekedar […]

Biasanya naik gunung itu menguras tenaga, tapi kali ini nggak hanya menguras dompet, tapi juga menguras hati. 2 Januari 2013, saya mendaki gunung yang tingginya nggak melebihi Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, yaitu Kawah Ijen.  Kawah Ijen sendiri adalah pusat danau kawah terbesar di dunia yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kawah ini […]

Saya paling geli kalau dengar atau bertemu yang namanya banci, banci Indonesia lagi. Apalagi kalau bukan karena penampakannya. Lengan berotot tapi memakai tank top, jakun menyembul dan berlipstik merah menyala, celana jins ketat, jari tangan kurus keriting, makeup-nya yang menurut saya seperti pemain opera jaman dulu, dan suara gemulai yang terkesan memaksa. Semua itu membuat […]

(Pulau Tidung, 7-8 Juli 2012) Hidup sebagai mahasiswa tingkat akhir adalah keunikan tersendiri bagi setiap orang, tak terkecuali saya. Dibalik keunikan itu tersimpan satu perjuangan yang sama, visi yang sama. Apalagi kalau bukan demi sebuah buku putih nan keramat bernama “Skripsi”. Ironi memang, kuliah empat tahun dengan biaya jutaan rupiah hanya untuk mempertaruhkan sebuah buku. […]