Category Sastra

Kembang Api

Terkadang malam memang terlihat sunyi tanpa bintang-bintang danĀ bulan buram berselimut awan. hei kawan, jangan bersedih. kau masih punya kembang api untuk kau panggang. saat sumbunya menyala, api melambung jauh ke udara, pecah, dan bunga-bunga api bertebaran. Indah. Malam tak lagi sepi. sekarang, baru kau sadar boi. kau pegang selonsong kembang api kosong di tangan. menyisakan […]

KENAPA KAU MARAH

KENAPA KAU MARAH Kenapa kau marah pada pena? buruknya tulisanmu bukan karena pena tapi jari-jarimu yang kaku kenapa kau marah pada guru? bodohnya kamu bukan karena ajarnya tapi malasmu yang menggebu kenapa kau marah pada buku bingungnya kamu bukan karena bahasanya tapi memang kamu yang jarang baca kenapa kau marah pada negara miskinnya kamu bukan […]

NANTI, DI AKHIR PEKAN KITA

Nanti Di akhir pekan kita, kita tidak perlu sering-sering main di mall Cukup bermanja saja di beranda rumah dengan segelas cappuccino Atau berbaring bersama di halaman saat malam menjelang Menatap pada bintang yang iri pada senyuman hangat kita Tidak seperti mereka yang jauh tinggi, bekerlip indah, namun tak tersentuh Nanti Di akhir pekan kita, kita […]

Allah, Sampaikan salamku pada Bidadari di Surga

Ya Allah Aku dengar Kau miliki banyak bidadari di surga Mereka bersih, tak pernah tersentuh manusia maupun jin Mereka senang berbaring pada bantal-bantal hijau dan permadani yang indah Yang selalu menundukkan pandangannya Aku tau itu dari ayat-ayatMu yang suci Seperti apakah rupanya bidadari itu ya Allah? Tak terbayangkan betapa sucinya mereka Aku begitu penasaran Kau […]

Alcatraz

Diatas kasur tipis bermotif garis. Aku duduk tersandar di antara sinar fajar yang menyelinap di sela-sela jendela. Pancaran sinar keemasannya menusukĀ  dalam dalam. Membias dalam setiap iris mataku. Setiap bias cahaya itu kembali membuatku mengingat ulusan-ulasan rasa yang muncul. Entah sejak kapan.. Yang bisa ku ingat hanya goresan warna-warna hijau, merah muda, dan biru. Warna-warna […]

Karena Aku Ingin Diam

Karena Aku Ingin Diam Bukan ku tak mau bicara Membicarakan hal-hal ringan tentang apa dan siapa Atau sekedar menyapa dalam setiap jumpa Karena metanapmu pun aku tak bisa Karena kau telah cemari darahku Dengan gaya bicaramu, tingkah lakumu, ketaatan ibadahmu Yang tak biasa bagiku

Dalam Otaknya Pak Mar

Pak Mar itu orang besar di negeri ini, orang pintar, beliau suka baca buku, pendidikannya tinggi. Kalau bicara senyumnya lebar, bersahaja, tangannya menunjuk-nunjuk ke bawah. Beliau itu wakil kita semua, penyambung lidah rakyat!. Tapi sayang, beliau hanya manusia. Suatu siang bolong yang panas Pak Mar duduk-duduk di kantornya yang sejuk,