Janda cantik di pelosok negeri

Bisa dibayangkan bagaimana serunya punya pulau pribadi. Pulau dengan pasir putih yang halus, air laut yang biru, rumah kayu yang nyaman, pohon-pohon kelapa, dan tanpa manusia lain kecuali kita!!. “Hah? Kita? Lu aja keleuuesususzzzz…!”

Saya pernah merasa punya pulau pribadi. Terdampar di pantai berpasir putih halus dan mulus, pohon-pohon kelapa hijau di bibir pantai, laut biru, ikan-ikan karang yang lucu, dan yang pastinya tidak ada orang lain kecuali saya (dan rombongan saya, dan penjaga pantai). Ini bukan mimpi, lebih tepatnya ketidaksengajaan yang membawa nikmat.

Bagi orang Sumatera Barat, pulau yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi. Pulau Sikuai namanya (baca : sikuway). Terdamparnya saya disini sebenarnya adalah hasil dari rencana “dadakan” ketika ada tugas riset di Padang.

 Saya dan beberapa rekan merencanakan travel ke Pulau Sikuai atas ide saya. Ide ini muncul karena setahu saya Pulau Sikuai cukup terkenal sebagai pariwisata laut yang indah dan kebetulan saya belum pernah kesana.

Setelah semua pekerjaan dan tugas-tugas selesai, saya dan beberapa rekan langsung ke Pelabuhan Muaro dimana kapal-kapal biasanya membawa wisatawan ke Pulau Sikuai. Di pikiran saya, di Sikuai akan banyak orang berjalan-jalan di pinggir pantai, berenang, snorkling, dan beberapa turis asing lengkap dengan homestay dan hotelnya. Eh ternyata, :

Pulau Sikuai lah tutuik da, ndak ado urang kasitu lai

(Pulau Sikuai sudah ditutup uda, ga ada lagi wisatawan yang kesana)

HAH???”

(hah???)

(hah???)

(hah???)

“alah satahun ko ditutuik da, ado konflik pengelola resort samo agen travelnyo”, “tapi kok ka pai kasitu juo, ambo bisa mancarian kapa untuak da”.

(udah setahun ini ditutup da, karena pernah ada konflik antara pengelola resort sama travel disini. Tapi kalau uda masih tetap mau kesana, saya bisa mencarikan kapal untuk uda)

“Hahhh???????”. Saya masih tidak percaya dengan kenyataan pahit ini. Shock. Bingung, tapi yasudahlah, kami lanjut ke Pulau Sikuai!. Iya, kami lanjut. Lanjut dengan kapal nelayan tujuan Pulau Sikuai.

Amboyyyy.. cantik nian!!. Seperti yang saya bilang, Sikuai ini cantik sekali. Pasir putih mulus dan halus, laut biru jernih, pohon-pohon kelapa hijau, dan sunyi tak berpenghuni kecuali saya (dan rekan-rekan saya). Menurut istilah saya, Sikuai ini janda cantik di pelosok negeri. Keindahannya pernah terjamah, tapi kemudian dibiarkan tertinggal begitu saja. Homestay dan hotel dibiarkan rusak begitu saya. Kecuali satu anjungan tempat penjaga pulau tinggal.

P1030574

Duh, rasanya kepingin guling-guling di pantai. Tapi saya nggak guling-guling, hanya telentang. Rasanya tentram sekali telentang di pantai, teduh di bawah pohon kelapa, tertiup angin semilir, dan suara ombak-ombak kecil.

P1030566P1030569

Ah, ini butiran surga yang dititipkan Allah di muka bumi dan biarlah terus seperti ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: