Anak Lelaki dan Amak #1_ tas merah

“mak, aku mau yang itu” anak lelaki itu menunjuk sebuah tas berwarna merah yang tergantung di langit-langit sebuah toko kecil di pinggir jalan. Amak hanya diam saja dan sedang asyik memilih jilbab yang akan dibelinya.

“mak, aku maunya ituuu”, si anak lelaki mulai menarik-narik baju si Amak.

“nanti saja, kita cari yang lain yang lebih bagus. lagipula itu tidak cocok untukmu, terlalu besar untuk ukuran tubuhmu”, sahut Amak namun masih tetap meraba-raba bahan jilbab sambil menerawangnya sesekali. Amak sebenarnya tahu kualitas tas merah itu. Dari luarnya saja yang terlihat menarik, bergambar Power Rangers yang tentunya sangat menarik hati anak-anak. tak sampai dua bulan mungkin tas itu akan rusak karena kualitasnya yang tidak bagus.

“tapi bagus mak, aku suka. ada gambar Power Rangers nya, Ranger Hitam paling aku suka”, matanya berbinar-binar melihat tas itu. Tidak sabar lagi ia membayangkan dengan gagahnya ia menyandang tas itu ke sekolah. Menggantungnya di sandaran kursi, sehingga teman di belakangnya bisa melihat tas barunnya. “maaak belikan aku tas merah itu!” matanya berkaca-kaca.

Amak tersenyum, kemudian diusapnya kepala anak lelaki itu. “kamu ini, keras kepala sekali. yasudah”. Amak kemudian memberi isyarat pada si penjual untuk mengambilkan tas merah tersebut. “harganya berapa?” tanya Amak. “lima puluh ribu saja bu” jawab si penjual mantap. Amak kemudian membayarnya sekaligus dengan dua helai jilbab yang sudah dipilihnya.

“Ayo kita pulang” ajak amak pada anak lelaki. Si anak lelaki senang sekali dan tas itu langsung dipakainya dalam perjalanan pulang.

sebulan kemudian, pada suatu hari si anak lelaki pulang dari sekolah sambil menangis. “kamu kenapa menangis, berkelahi lagi?” tanya Amak. “tali tasku putus mak” jawabnya sambil tetap menangis sampai terisak-isak. “belikan aku tas lagi mak”.

Amak beranjak dari kursinya kemudian berjalan ke dapur mengambil segelas air putih. Amak kemudian memberikan air putih itu kepada si anak lelaki. “minum dulu” suruh Amak. setelah si anak lelaki menghabiskan air putih itu kemudian Amak mulai bicara, “memilih itu bukan apa yang kau lihat nak, tapi dari apa yang kau pelajari dan apa yang kau rasakan dengan hatimu” kata  Amak dengan sedikit serius. “itulah, kenapa mak larang kamu beli tas itu dulu. nanti kamu juga akan mengerti”

Advertisements

2 comments

  1. kufikir kau suka ranger merah hahahaha…………… amak mu memang keren…. rindu aku sama suaranya………..

  2. Dan ternyata Ranger Pink lebih menyukai ranger merah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: