Dandelion : Petualang Sejati

 

20130831_151509Angin gunung berhembus menerpa kulitku sore itu. Terasa begitu dingin dan menusuk tulang. Rasa-rasanya membuat semua bulu romaku berdiri. Matahari sedikit demi sedikit beranjak pergi, membenamkan diri di balik awan-awan tipis di ufuk barat. Semburat cahaya keemasannya melukis langit senja yang mulai gelap.

Segera ku turunkan ransel yang telah lama bersandar dipunggungku kemudian mengeluarkan jaket wind breaker dan buru-buru memakainya. Terasa hangat.

 

 

2 kilometers to  destination point

Your destination :  Sembungan Village

Altitude : 2260 meters asl

Kulihat layar GPS menunjukkan jarak menuju Desa Sembungan sekitar 2 kilometer lagi. Sepertinya Desa Sembungan bisa dicapai sekitar 30 menit lagi dengan kecepatan rata-rata 5 km/jam berjalan kaki. Ku langkahkan lagi kakiku dengan sedikit cepat, berharap tidak lama-lama berhenti di tempat seperti ini. Hipotermia bisa terjadi kapan saja.

Selang beberapa meter berjalan, aku melihat tumbuhan yang sepertinya dari tadi banyak sekali tumbuh di daerah sini. Tumbuhan ini memiliki tangkai mencapai 30 cm dengan kepala berwana putih seperti bola ping pong. Dandelion, begitu orang-orang menyebutnya. Tumbuhan ini termasuk ke dalam family Asteraceae dengan dua spesies Taraxacum officanale dan Taraxacum erythrospermum.

Dandelion sebenarnya adalah tanaman asli dari tanah Eropa dan Amerika, terutama di Utara dan Selatan Amerika.  Penamaan dandelion juga cukup unik, kata dandelion berasal dari bahasa Prancis yaitu “dent-de-lion”  yang berarti gigi singa. Nama ini membuatku sedikit mengernyitkan dahi, tak ada sedikitpun menyerupai gigi singa.

Yang paling menarik dari dandelion adalah gaya hidupnya. Dandelion sejatinya bukan bunga, tapi bakal bunga. Dandelion pada saatnya akan melepaskan benih-benih putih (Achene) ketika diterpa angin. Benih akan terbang ke berbagai penjuru mengikuti hembusan angin, terbang melintasi bumi hingga akhirnya jatuh. Tumbuh, terbang, melintas bumi dan begitu seterusnya.

Dandelion adalah cermin petualang sejati. Tak pernah berhenti bergerak, selalu terbang dari satu tempat ke tempat lain. Terbang untuk mengarungi indahnya dunia. Invasinya masif, pengaruhnya kuat. Dandelion tak akan pernah lelah menebar manfaat. Benih-benihnya akan selalu tersebar selama masih hidup dan selama ada angin yang menerbangkannya. Benar saja, hampir di semua daerah ini dijumpai tumbuhan dandelion.

Dandelion tak pernah memilih akan diterbangkan kemana atau bagaimana takdir yang akan berlaku padanya. Yang dia tau bahwa dia akan memulai kehidupannya pada saat jatuh ke bumi. Dia akan tetap tumbuh meskipun jatuh di tepi jurang. Tangkainya akan tetap tegak, bunganya akan tetap mekar. Dandelion hidup dengan keberanian, berani hidup dalam lingkungan apapun dan berani terbang kemanapun. Sungguh cerminan kesederhanaan, syukur, dan keteguhan pribadi.

Sejenak aku berhenti, menghampiri sekumpulan dandelion  kemudian memetiknya. Kupandangi bunga ini, kutatap dekat-dekat. Sejujurnya tidak ada yang begitu spesial dari tumbuhan ini, sederhana sekali. Tapi mengapa begitu menarik perhatian?. Seketika aku malu jika dibandingkan dengan diriku yang selalu banyak memilih, tak sungguh-sungguh dalam cita-cita, dan banyak mengeluh. Padahal manusia begitu mulia dibanding tanaman ini.

dent de lion

Ku rogoh handphone dari dalam kantongku kemudian mengambil beberapa gambar dandelion dari beberapa sisi. Tidak lupa juga ku ambil foto sambil meniup benih-benih dandelion seperti yang sering ku lihat di internet. Sepertinya aku mulai suka dengan tumbuhan ini. Ingin sekali ku bawa pulang, tapi sayang dandelion begitu rapuh.

“ran.. ayo jalan! Sudah mulai gelap” Wito mengajak untuk segera bergerak. Terlihat ketiga teman-temanku sudah menjauh dengan jalan yang sedikit lebih cepat. Suhu mulai semakin dingin.

Sudah tidak jauh lagi, sebentar lagi kami akan menginap di desa tertinggi di Pulau Jawa untuk menikmati golden sunrise, Bukit Sikunir, Desa Sembungan (2.263 mdpl).

 

Advertisements

2 comments

  1. rinaldidaswito@gmail.com · · Reply

    super bro….

  2. Yossie Maskal · · Reply

    Kereen..!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: