There are 50.000 teachers in the world

There are 50.000 teachers in the world…..
Sebuah kalimat inspiratif dari sebuah film sederhana “Akeelah and the spelling bee”.
Menceritakan tentang gadis kecil yang berbakat mengingat dan mengeja (spelling) huruf dalam berbagai kata. Bakat yang dimiliki Akilah ini kemudian menarik hati seorang guru di sekolahnya, Dr. Joshua Larabee, dan mengikutkannya dalam kompetisi spelling yang cukup bergengsi pada saat itu.
Akeelah dilatih oleh Dr. Joshua dengan metode yang sangat unik dan menambah kemampuan Akeelah dalam untuk mengingat bahasa latin sekalipun. Namun, beberapa minggu sebelum lomba Dr. Joshua tidak memiliki waktu lagi untuk melatih Akeelah. Akeelah frustasi dan pesimis untuk bisa menang. Namun, kata-kata Dr. Joshua mampu memotivasi Akeelah untuk bangkit kembali “I’m not the only one teacher, there are 50.000 teachers in the world…

“Belajarlah pada semua orang”
Kalimat Dr. Joshua tersebut membuat saya sadar bahwa betapa pentingnya menghilangkan status, jabatan, atau pangkat dalam menuntut ilmu. Jadilah cangkir yang kosong. Karena cangkir yang selalu penuh tidak akan mampun menerima air yang dituangkan.
Perkataan seorang pedagang kaki lima pun bisa menjadi ilmu yang sangat berharga, atau pendapat seorang kuli bangunan bisa saja menjadi inspirasi yang mengubah dunia. Siapa tahu kan? Alangkah rugi dan bodohnya kita ketika tidak mampu mencermati lalu lintas informasi yang sebenarnya akan membuat kita kaya, kaya akan ilmu, kebijaksanaan, motivasi, dan ide-ide.

Belajar untuk menerima pendapat orang lain memang tidak mudah. Belajar dari orang lain berarti belajar untuk menjadi orang yang paling hina, belajar untuk menjadi orang yang paling bodoh. Mentransformasikan diri menjadi manusia yang tidak tahu apa-apa. Maka jabatan, kekuasaan, kemuliaan, dan “an-an” yang lainnya akan menjadi musuh besar untuk dapat belajar pada orang lain. Karena kebanyakan orang tidak akan mudah menerima ilmu dari seseorang yang lebih rendah derajadnya, pangkatnya, dan sebagainya.

Tapi menurut saya, kebodohan-kebodohan itulah yang membuat saya banyak belajar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: