Terjadinya Kanker : Penjelasan Singkat

Berbicara tentang kanker mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kanker sudah menjadi tren penyakit yang sering dibicarakan di kalangan masyarakat, di media masa, jurnal-jurnal penelitian, dan bahkan pada tingkat pendidikan seperti sekolah. Hal ini kemudian menjadi penting terkait tingginya angka kematian akibat kanker, apalagi sampai saat ini masih sulit ditemukan metode yang paling efektif dalam penyembuhan kanker dan mahalnya biaya pengobatan. Namun, ada baiknya jika kita mengetahui proses terjadinya kanker ini dan faktor resiko apa saja yang menyebabkan terjadinya kanker, sehingga kita bisa mengambil tindakan untuk mencegah mengidap kanker baik pada diri pribadi atau orang-orang yang kita cintai.

Nah, sebelumnya kita pahami dulu istilah-istilah seputar kanker :
Kanker : terjadinya pertumbuhan sel-sel abnormal dalam tubuh manusia secara tidak terkontrol.
Neoplasma : perubahan yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan jaringan secara otonom dengan struktur gen yang abnormal.
Neoplasma dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu Maligna dan Benigna
Benigna : Neoplasma yang terjadi pada jaringan tapi tidak menyebabkan metastasis
Maligna : Neoplasma yang terjadi pada jaringan dengan menyebabkan metastasis
Sedangkan Metastasis itu sendiri adalah : perkembangan dan penyebaran jaringan kanker ke seluruh tubuh dari kanker primer.
Penamaan nama kanker tergantung kepada apakah ia termasuk pada kelompok benigna atau maligna, dan asal jaringan terjadinya kanker tersebut. Pada kelompok benigna kanker biasanya dinamai dengan menambah akhiran oma : misalnya fibroma, lipoma, adenoma, dan seterusnya. Pada maligna nama kanker ditambah dengan kata sarcoma: misalnya fibrosarcoma, osteosarcoma, retinosarcoma, dan sebagainya. Sedangkan maligna yang terjadi pada jaringan epitel baik endodermal maupun ektodermal, penamaannya ditambah dengan kata carcinoma : misalnya epidermoid carcinoma, hepatocellular carcinoma, gastric adenocarsinoma, dan sebagainya.
Karsinogen : suatu agen baik kimia, biologi, atau fisik yang dapat menyebabkan terjadinya kanker.

Kanker pada umumnya banyak terjadi akibat pajanan zat-zat kimia yang ada di lingkungan, meskipun beberapa ada yang disebabkan oleh pajanan sinar radiasi radioaktif seperti sinar alfa. Zat-zat kimia secara alami sudah ada di alam dalam jumlah yang seimbang dan tidak berbahaya bagi manusia. Namun, zat kimia ini dapat melebihi ambang batas dan masuk ke dalam tubuh manusia dalam jumlah yang besar atau dalam jumlah kecil secara terus menerus. Masuknya zat kimia berbahaya dapat melalui udara yang tercemar baik di lingkungan normal atau di tempat kerja yang menghasilkan zat kimia tertentu, melalui air yang diminum atau makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Sumber-sumber zat kimia ini dapat berasal dari hasil kegiatan industri seperti asap dan limbah pabrik, laboratorium kimia, rumah sakit, makanan yang mengandung zat-zat kimia tambahan (additive) yang tidak terkontrol dengan baik. Contoh zat kimia penyebab kanker yaitu asbestos, cadmium, arsen, benzene, nickel, formalin, pestisida organoklorin, silica, nikotin pada asap rokok, dan masih banyak lagi. Tiap-tiap zat kimia tersebut memiliki target organnya masing-masing yang menyebabkan kerusakan pada organ atau jaringan yang diserangnya.
Proses terjadinya kanker
Secara singkat kanker terjadi melalui tiga tahap yaitu tahap inisiasi, promosi, dan progresi. Tiap-tiap tahap ini menentukan perkembangan kanker di dalam tubuh manusia.
Inisiasi
Inisiasi adalah kondisi awal yang memungkinkan terjadinya perkembangan kanker di dalam tubuh. Suatu sel dapat rentan menjadi kanker ketika dirangsang oleh zat kimia karsinogen yang menempel pada reseptor sel. Zat kimia yang menempel pada reseptor ini kemudian akan berinteraksi dengan DNA dan mengakibatkan perubahan-perubahan struktur DNA atau mutasi. Zat kimia juga mengakibatkan gangguan pada sel khusus yang berperan dalam menekan pertumbuhan kanker dalam tubuh yaitu protooncogene dan tumor suppressor gene. Protooncogene adalah bentuk tidak aktif dari oncogene yang berperan dalam memicu perkembangan sel kanker, sedangkan tumor suppressor gene adalah gen yang berperan dalam menekan perkembangan sel-sel tumor. Pada proses inisiasi, pajanan zat kimia akan mengaktifkan protooncogene menjadi oncogene dan menonaktifkan tumor suppressor gene.
Sel-sel yang telah terinisiasi ini akan menjadi sangat rentan dan berpotensi menjadi kanker. Namun, sel inisiasi tidak akan berkembang tanpa adanya pemicu dari agen-agen promotor di dalam tubuh.
Promosi
Sel-sel terinisiasi di dalam tubuh merupakan sel yang sangat rentan terhadap gangguan. Sel terinisiasi dapat menjadi kanker apabila berinteraksi dengan agen promotor di dalam tubuh seperti hormon polypetida, hidrokarbon halogen, tingginya konsumsi kalori, dan keberadaan xenobiotic di dalam tubuh seperti sakarin, phorbol asetat, fenobarbital, butyl hidroksitoluen, estradiol, dan nafenopin. Namun, perkembangan sel inisiasi menjadi kanker dapat menghilang dengan sendirinya apabila diikuti dengan berkurangnya pajanan agen-agen promotor tersebut di dalam tubuh melalui proses metabolisme. Sel inisiasi dapat menjadi kanker apabila terjadi interaksi secara terus menerus oleh agen promotor. Jadi proses promosi ini sangat tergantung kapada faktor fisiologis, seperti umur, pola makan, dan faktor hormone di dalam tubuh (individual susceptibility ).
Agen promotor tidak berikatan secara langsung dengan DNA pada sel inisiasi. Agen promotor biasanya berikatan dengan reseptor permukaan sel. Pada ikatan ini akan merangsang pengeluaran enzim kinase yang berperan dalam fosforilasi dan aktivasi transkripsi tumor suppressor gene seperti CREB, Myc, dan E2F.
Proses regulasi transkripsi DNA sangat tergantung kepada reseptor sitoplasma bersama ligan. Pada proses resptor sitoplasma biasanya meliputi interaksi protein, fosforilasi, dan proses perubahan transkripsi DNA melalui interaksi transkripsi faktor. Pada kasus ini, pada sel yang telah terinisiasi banyak agen promotor yang menyebabkan gangguan pada proses sinyal-sinyal transkripsi DNA. Gangguan sinyal ini kemudian akan menyebabkan gangguan transkripsi DNA dan pembelahan sel yang tidak terkontrol.
Progresi
Pada proses ini, terjadi perkembangan neoplasma yang ditandai dengan pertumbuhan sel secara drastic, invasi sel-sel baru, metastatis, respon hormonal, dan perubahan morfologi secara independen.

dibawah ini adalah video gambaran terjadinya kanker

Mencegah agar tidak terserang kanker
1. Merubah prilaku hidup menjadi lebih sehat dengan olahraga teratur, pola konsumsi makan yang seimbang, dan memperhatikan aspek gizi.
2. Apabila bekerja pada industry tertentu yang menghasilkan zat kimia karsinogenik, sebaiknya mentaati secara disiplin prosedur keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja tersebut.
3. “Mengontrol emosi”. Emosi dapat meningkatkan ekskresi hormon-hormon tertentu di dalam tubuh yang dapat beresiko sebagai promosi agen kanker.

Referensi

Casarett and Doull’s (Ed.). 2003. Essentials of Toxicology. The McGraw-Hill Companies : United States

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: