Potensi Industri Kreatif

Menjadi bangsa yang mandiri secara ekonomi adalah cita-cita semua bangsa di dunia ini.  Cita-cita itu kemudian diwujudkan dengan menggali seluruh potensi yang ada dan melakukan berbagai inovasi dalam setiap sektor ekonomi. Namun, potensi ekonomi setiap negera berbeda-beda tergantung dalam banyak hal baik kondisi geografis, sumber daya manusianya, dan ketersediaan sumber daya alam. Kejelian dalam melihat potensi inilah yang perlu dilakukan agar kekuatan pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara dapat berjalan dengan baik.

Indonesia sudah tidak asing lagi dikenal sebagai negara dengan  sejuta budaya. Kebudayaan dan ciri khas kebiasaan masyarakatnya unik. Hal ini pun didukung dengan kekayaan alam yang melimpah pada setiap pelosok di negeri ini. Adanya potensi ini di Indonesia kemudian menjadi peluang bagi banyak masyarakat untuk menciptakan terobosan bisnis yang inovatif khususnya di bidang Industri kreatif, seperti desain, musik, fesyen, kerajinan, perfilman, dan bahkan wisata kuliner. Pengusaha-pengusaha industri kreatif di negeri ini  diprediksi akan dapat berkembang pesat karena banyaknya ide-ide yang dapat dikembangkan dari kekayaan budaya yang dimiliki indonesia. Di industri batik saja terdapat sekitar 10 jenis batik yang telah dipasarkan menurut daerah asalnya.

Rasanya tidaklah berlebihan jika kita mengatakan bahwa industri kreatif di Indonesia dapat menjadi ikon ekonomi yang menjanjikan. Berdasarkan data dari kementrian perdagangan, Jumlah ekspor dari industri ekonomi kreatif pada tahun 2010 mencapai 131 miliar dolar AS atau bertambah sekitar 1,5 kali lipat dari jumlah nilai ekspor pada tahun 2006 yang berjumlah 85 miliar dolar AS. Pada periode yang sama juga terjadi kenaikan kontribusi industri kreatif dalam PDB Indonesia yaitu dari 7,4 persen menjadi 7,9 persen.

Pertumbuhan penduduk kelas menengah juga memainkan peranan penting. Pertumbuhan penduduk kelas menengah yang begitu pesat dapat menjadi angin baru terbukanya peluang industri kreatif. Pertumbuhan ini akan berbanding lurus dengan besarnya permintaan produk-produk industri kreatif seperti fesyen, entertainment, dan sebagainya.

Namun potensi yang besar dalam industri kreatif ini perlu mendapat sorotan yang lebih terutama dalam hal standarisasi produk dan perlindungan hak cipta. Dua hal inilah yang sering menjadi hambatan pengusaha industri kreatif untuk mengembangkan usahanya di negeri sendiri atau yang ingin mengembangkannya ke mancanegara. Pasar-pasar di Eropa saat ini sangat ketat dalam standarisari produk untuk menyeleksi barang-barang yang dapat dipasarkan di negara mereka. Ekspor barang dari Indonesia sering terkandala karena standarisasi produk ini. Solusinya adalah pemerintah perlu memfasilitasi pengusaha-pengusaha industri kreatif baik dalam hal pendidikan maupun pelatihan.

Produk-produk dari industri kreatif juga memerlukan perlindungan hak cipta. Tidak jarang dari produk-produk tersebut merupakan hasil kreatifitas yang baru dari generasi muda.  Namun, karena lemahnya perlindungan hak cipta banyak terjadi pembajakan yang berujung pada terhambatnya pemasaran dan pengembangan produk.

Sejatinya industri  kreatif perku mendapatkan dukungan yang besar di negeri ini. Potensi yang besar dan didukung oleh kekayaan ide-ide yang inovatif perlu dikelola sebaik mungkin. Keberadaan industri kreatif yang didukung dengan standarisasi yang baik serta pelindungan hak cipta kuat dapat menjadi sumbangan yang besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

tulisan ini pernah dimuat dalam harian seputar indonesia pada rubrik opini_suara mahasiswa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: