Memandang sisi positif dari kegagalan

Tulisan ini saya dedikasikan khusus untuk teman-teman yang selalu ada dalam memori dan menjadi unforgettable memories in my mind. Semoga ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Sebelumnya saya ingin mengawali tulisan ini dengan sebuah cerita. Cerita ini tentang seorang mahasiswa yale university Amerika, Fred Smith. Fred adalah mahasiswa ekonomi yang sedang menyusun skripsi untuk memenuhi penyelesaian masa studynya di yale. Ia menyusun skripsi mengenai proyek jasa pengiriman barang/paket secara cepat dan kilat. Ia berusaha sangat keras agar skripsinya memberikan hasil yang maksimal. Namun, sang professor penguji menganggap ide Fred tidak masuk akal dan tidak bernilai, bahkan sang Prof memberikan nilai C untuk skripsinya. Fred kecewa atas kegagalan yang ia harus hadapi, namun ia tidak ingin berlarut dengan kekecewaan itu. Fred mulai mencoba mengembangkan bisnisnya dengan membuat jasa pngiriman barang/paket secara kilat dan cepat berdasarkan ide dari skripsi yang dibuatnya.
Alhasil.. sekarang semua orang dengan mudah mengirimkan barang dengan cepat ke seluruh penjuru dunia. Itulah yang sekarang kita kenal dengan FedEx (Federal Express).

Apa hikmahnya? Kegagalan yang menimpa manusia adalah hal yang wajar dan merupakan proses untuk mencapai tujuan. Akan tetapi kegagalan bukanlah segalanya yang akan menghancurkan hidup kita. Belajarlah dari kegagalan, jadikan itu sebagai referensi yang kemudian akan menjadikan kita lebih kuat. Banyak orang-orang sukses yang pada awalnya mengalami banyak kegagalan, contonya Bill Gate yang berkali-kali gagal dalam membangun bisnis hingga akhirnya menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Thomas a. Edison pun juga sering mengalami kegagalan dalam hidupnya. Ia sering diejek teman sekolahnya karena selalu gagal dan dianggap siswa yang bodoh. Namun ia tetap konsisten untuk berusaha hingga ia dinobatkan sebagai penemu bola lampu. Ketika Edison ditanya pendapatnya tentang kegagalan ia hanya berkata “aku tidak gagal, hanya saja aku melakukan ribuan cara yang tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan”. Mereka adalah orang-orang hebat yang pantang sekali menyerah hanya karena gagal melakukan sesuatu. Mereka tidak melihat itu sebagai takdir yang tidak dapat dirobah, tapi sebagai landasan yang akan mengangkat mereka lebih tinggi. T. Edison juga mengatakan “many of life’s failure are men who did not realize how close they were to success when they gave up”. Ini dapat kita tuliskan bahwa kegagalan adalah jalan yang pasti harus dilalui sebelum mendapatkan kesuksesan itu. Bahkan Rasulullah bersabda :

“Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya, maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah)” (HR. Bukhari)

Mereka yang sukses itu yang pada dasarnya adalah orang non-muslim, tapi mampu mengenali nilai-nilai islam tentang kesuksesan, tapi kenapa kita sebagai orang muslim tidak mampu mengenali nilai islam yang sangat luar biasa itu?
Pada umumnya kita akan putar balik ketika mengalami kegagalan dan tidak ingin mencobanya lagi. Padahal disitulah jalan paling dekat menuju kesuksesan karena kegagalan telah kita alami, tentunya kita sudah panya gambaran dimana letak kesalahan yang mungkin telah dilakukan. Ketakutan akan gagal itulah yang selalu memenjarakan imajinasi dan kreatifitas sehingga kita hanya bisa menjadi manusia super instant yang menginginkan kesuksesan tanpa proses.
Seharusnya orang islam adalah orang-orang yang tangguh dan mampu merubah kegagalan menjadi kesuksesan.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri
(Al-Hadid ; 22-23)

Kegagalan tidak perlu ditangisi karena itu sudah tertulis untuk kita jika ingin mencapai kesuksesan. Kita hanya butuh mencari jalan lain yang lebih feasible.  Begitu juga dengan kesuksesan.., tidak perlu kita terlalu berbahagia dengan kesuksesan karena sudah tertulis untuk kita jika kita berusaha mencari jalannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: